Upacara adat perkawinan melayu malam berinnai / henna

Standar

Upacara adat perkawinan melayu malam berinnai / henna. Makna dan tujuan dari perhelatan upacara berinnai ini adalah untuk : menjauhkan diri dari bencana, membersihkan diri dari hal-hal yang kotor, menjaga diri dari segala hal yg tidak baik selain untuk memperindah calon penganin wanita agar lebih tampak bercahaya menarik dan cerah. Upacara ini melambangkan kesiapan calon pasangan pengantin untuk meninggalkan hidup menyendiri untuk menuju kehidupan berumahtangga.
Dalam ungkapan adat disebutkan :
Malam berinnai disebut orang
membuang sial muka belakang
memagar diri dari jembalang
supaya hajat tidka terhalang
supaya niat tidak tergalang
supaya sejuk mata memandang

muka bagai bulan mengambang
serinya naik tuah pun datang

Upacara malam berinnai dilaksanakan pada malam hari, 3 hari sebelum upacara perkawinan dilangsungkan. Kegiatannya berbentuk macam-macam asalkan jalannya persiapan pengantin tidak menemui masalah. Upacara ini dilakukan oleh Mak Andam dan dibantu oleh keluarga beserta sanak-family.
Upacara malam berinnai dilakukan dalam waktu yang bersamaan oleh pasangan pengantin dirumahnya masing-masing pengantin perempuan dan pengantin laki-laki.

Berinnai bukan sekedar memerahkan kuku, namun mempersiapkan pengantin agar dapat menjalani pernikahan tanpa aral halangan.
Seri kecantikan diperoleh melalui kesabaran. Pengantin harus berdiam diri sabar menanti, agar innai yang dipasang dijemari ditangan dan kaki menghasilkan warna yang terang cerah berseri.

sumber :
http://melayuonline.com/ind/culture/dig/1545#bag4b

what is your opinion? tell me please

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s