sulam payet kerudung demi menambah ekonomi RT

Standar

Sewaktu pulang dari atm mandiri, aku mampir ke indomart buat beli cemilan. di warung pinggir jalan ada tukang penjual popok instan bayi, penjaga seorang ibu muda yang sedang asyik menjahit sulam payet. Dari perbincangan saya dan dia, ceritanya si ibu menerima upah dari mengerjakan sulam payet itu 5000 rupiah per kerudung. Dan setiap harinya mengahsilkan 1buah kerudung sambil menunggu dagangannya menjual popok instan.
“Hasil uangnya buat apa bu?” tanya saya berbasa-basi, Pasti sih jawabannya ga jauh dari: memenuhi kebutuhan hidup.
“Buat jajan anak.”
“Emangnya berapa dapetnya?”
“Yaah cuma cukup buat jajan si bocah.1kerudung diupah 5000, kadang saya dapatnya 1 paling banter 2kerudung sehari, si bocah jajannya 10ribuan.”
“Ga cukup dong bu?”
“Dicukup-cukupin neng, daripada saya bengong aja jaga warung mendingan payetan (-maksudnya sulam payet-)”
“Bener bu. Hidup sekarang mesti pinter-pinter mencari celah. Uang 5000 cuma sekejap habisnya padahal ngerjainnya seharian ya bu?”
“iya neng.”

Hmm… kalau lagi interview orang-orang kelas bawah seperti contohnya si ibu ini, pengiiiin rasanya menolong semua orang tak mampu. Tetapi itulah hidup… harus dijalani dan dipertanggungjawabkan. Contoh kecil si ibu memanfaatkan waktunya agar bisa mendapatkan penghasilan

jahit sulam payet kerudung.

what is your opinion? tell me please

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s